Kisah dari Priangan: Mengungkap Kekayaan Tradisi Lisan Bandung

Priangan Bandung, kota yang dikenal dengan udaranya yang sejuk dan kreativitas modern, juga merupakan gudang kekayaan Tradisi Lisan yang tak ternilai. Sebelum era digital mendominasi, berbagai cerita rakyat dan mitos telah diturunkan dari generasi ke generasi oleh masyarakat Sunda di Bandung dan sekitarnya, menjadi pondasi moral, hiburan, dan identitas budaya mereka. Mendalami tradisi lisan ini adalah menyelami jiwa Sunda yang puitis dan penuh makna.

Priangan cerita rakyat yang paling melegenda dan erat kaitannya dengan Bandung adalah kisah Sangkuriang dan Gunung Tangkuban Parahu. Kisah ini bukan sekadar legenda tentang asal-usul gunung yang ikonik, tetapi juga mengandung pelajaran moral tentang durhaka, kekuatan cinta yang salah tempat, dan takdir. Cerita ini sering diceritakan kembali dalam berbagai bentuk, dari dongeng sebelum tidur hingga pertunjukan seni, menjaga pesona mitos ini tetap hidup di benak masyarakat Bandung.

Selain Sangkuriang, Bandung juga kaya akan mitos tentang tempat-tempat keramat dan fenomena alam. Misalnya, kepercayaan terhadap keberadaan jurig cai (penunggu air) di sungai atau danau, atau kisah tentang maung lodaya (harimau mistis) yang menjaga hutan di sekitar Bandung. Mitos-mitos ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai alat kontrol sosial, mengajarkan pentingnya menjaga alam dan menghormati kekuatan gaib yang diyakini ada.

Tradisi Lisan di Bandung juga mencakup berbagai dongeng binatang (fabel), legenda asal-usul tempat (toponimi), hingga cerita-cerita tentang para leluhur atau tokoh pahlawan lokal. Kisah Si Kabayan, misalnya, adalah karakter cerdik namun lugu yang sering digunakan untuk menyampaikan kritik sosial atau nasihat hidup dengan cara yang ringan dan humoris. Cerita-cerita ini kerap dibumbui dengan pantun atau pupuh (bentuk puisi Sunda) yang menambah keindahan linguistik dan kekhasannya Meskipun zaman terus berubah, Tradisi Lisan ini tetap memegang peranan penting. Para penutur cerita (jurukisah atau dalang wayang golek) terus berupaya melestarikan warisan ini. Sekolah-sekolah dan komunitas budaya di Bandung juga aktif mengadakan kegiatan mendongeng atau pertunjukan seni yang mengangkat berbagai cerita rakyat dan mitos ini. Upaya pelestarian ini penting agar generasi muda tidak kehilangan jejak akar budaya mereka,

Pemotor Meninggal Akibat Ditikam ODGJ di Bandung

Sebuah insiden tragis dan mengejutkan terjadi di Bandung, Jawa Barat, ketika seorang pemotor dilaporkan meninggal akibat ditikam oleh Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Peristiwa ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban dan memicu kekhawatiran publik mengenai penanganan ODGJ serta keamanan di ruang publik.

Peristiwa mengerikan ini terjadi pada Sabtu sore, 17 Mei 2025, sekitar pukul 16.30 WIB, di Jalan Cihampelas, Kota Bandung. Korban, seorang pemuda berinisial RD (25), yang sedang mengendarai sepeda motornya, tiba-tiba dihentikan oleh seorang pria yang diketahui sebagai ODGJ. Tanpa peringatan, ODGJ tersebut langsung menyerang korban dengan senjata tajam, mengakibatkan RD meninggal akibat ditikam di lokasi kejadian.

Saksi mata di lokasi kejadian, Bapak Tono (50), seorang pedagang kaki lima, segera melaporkan insiden tersebut kepada pihak berwajib. Tak lama kemudian, tim kepolisian dari Polsek Bandung Wetan dan Satreskrim Polrestabes Bandung tiba di lokasi. Pelaku, yang belakangan diketahui berinisial YN (40) dan memang dikenal sering berkeliaran di area tersebut, berhasil diamankan oleh warga dan petugas tanpa perlawanan berarti.

Menurut keterangan Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Hendrawan, SH, SIK, MH, pada Minggu, 18 Mei 2025, pelaku YN telah dibawa ke rumah sakit jiwa untuk observasi dan penanganan medis lebih lanjut terkait kondisi kejiwaannya. “Korban meninggal akibat ditikam di dada dan perut. Kami masih mendalami kronologi lengkap dan motif dari kejadian ini. Pelaku akan diproses sesuai hukum yang berlaku setelah status kejiwaannya dipastikan,” jelas AKBP Hendrawan. Jasad korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Sartika Asih untuk autopsi.

Kasus ini kembali menyoroti urgensi penanganan ODGJ di tengah masyarakat. Penting bagi pemerintah daerah dan lembaga terkait untuk memiliki sistem yang lebih komprehensif dalam mendata, merawat, dan merehabilitasi ODGJ, terutama mereka yang berpotensi membahayakan diri sendiri atau orang lain. Tragedi di mana seorang pemotor meninggal akibat ditikam oleh ODGJ ini menjadi pengingat yang menyakitkan bahwa kesehatan mental adalah isu serius yang memerlukan perhatian dan solusi nyata dari semua pihak.

Jelajah Masjid Raya Bandung: Ngabuburit Sambil Beribadah

Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat, dengan arsitekturnya yang megah dan sejarahnya yang kaya, menjadi salah satu destinasi favorit bagi warga Bandung dan sekitarnya, terutama saat bulan Ramadan tiba. Aktivitas ngabuburit sambil beribadah di masjid ini menawarkan pengalaman spiritual dan sosial yang unik.

Saat menjelang waktu berbuka puasa, area sekitar Masjid Raya Bandung selalu ramai dipadati pengunjung. Mereka datang tidak hanya untuk menantikan azan Maghrib, tetapi juga untuk mengikuti berbagai kegiatan keagamaan yang diselenggarakan oleh pihak masjid.

Salah satu daya tarik utama adalah kesempatan untuk mengikuti kajian atau ceramah singkat yang biasanya diadakan sebelum berbuka. Materi yang disampaikan beragam, mulai dari tafsir Al-Qur’an, hadis, hingga topik-topik keislaman kontemporer yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Selain itu, suasana kebersamaan yang terasa di Masjid Raya Bandung saat ngabuburit juga menjadi daya tarik tersendiri. Umat Muslim dari berbagai latar belakang berkumpul, saling berbagi, dan mempererat tali silaturahmi dalam suasana yang penuh keberkahan.

Pihak masjid juga seringkali menyediakan takjil gratis bagi para pengunjung yang ingin berbuka puasa di sana. Hal ini semakin menambah daya tarik Masjid Raya Bandung sebagai tempat ngabuburit yang ramah dan penuh kehangatan.

Tidak hanya kegiatan keagamaan, arsitektur Masjid di Bandung yang ikonik juga menjadi daya tarik visual. Menara kembar yang menjulang tinggi dan kubah besar yang megah menjadi latar belakang yang indah untuk menghabiskan waktu sore sambil menunggu berbuka.

Bagi para pengunjung dari luar kota, menjelajahi Masjid Raya Bandung juga menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat sejarah dan budaya Islam di Jawa Barat. Masjid ini bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga simbol peradaban dan kebanggaan masyarakat Bandung.

Dengan menggabungkan aktivitas ngabuburit yang menyenangkan dengan ibadah yang khusyuk, Masjid Raya Bandung menawarkan pengalaman Ramadan yang berkesan dan bermakna bagi setiap pengunjungnya. Tempat ini menjadi oase spiritual di tengah hiruk pikuk kota.

Semoga artikel ini dapat memberikan informasi dan manfaat untuk para pembaca, terimakasih !

Wanita di Bandung Jadi Tersangka Usai Tabrak Siswa SMA hingga Tewas

Sebuah insiden tragis baru-baru ini mengguncang Bandung, ketika seorang wanita di Bandung jadi tersangka usai tabrak siswa SMA hingga tewas. Kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa seorang pelajar ini sontak menjadi perhatian publik, menyoroti kembali pentingnya keselamatan berkendara dan kewaspadaan di jalan raya. Peristiwa nahas ini terjadi di salah satu ruas jalan di Kota Bandung, menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban dan keprihatinan masyarakat luas.

Kronologi kejadian bermula saat kendaraan yang dikemudikan oleh wanita tersebut menabrak seorang siswa SMA yang sedang melintas. Detail pasti mengenai bagaimana kecelakaan terjadi masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak kepolisian. Namun, dari informasi awal yang beredar, insiden ini diduga melibatkan kelalaian dalam berkendara yang berujung pada konsekuensi fatal. Akibat dari benturan keras tersebut, siswa SMA yang menjadi korban mengalami luka parah dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Setelah melalui proses olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi, pihak kepolisian dari Satuan Lalu Lintas Polrestabes Bandung menetapkan pengemudi wanita tersebut sebagai tersangka. Penetapan tersangka ini didasarkan pada bukti awal dan hasil penyelidikan yang menunjukkan adanya unsur kelalaian atau pelanggaran aturan lalu lintas yang mengakibatkan hilangnya nyawa. Proses hukum selanjutnya akan terus berjalan untuk mengusut tuntas kasus ini dan memastikan keadilan bagi korban dan keluarganya. Kasus ini menjadi pengingat pahit bahwa kelalaian sekecil apa pun di jalan raya dapat berakibat fatal.

Tragedi ini juga kembali memunculkan diskusi tentang pentingnya edukasi keselamatan berkendara, tidak hanya bagi pengendara mobil, tetapi juga bagi pejalan kaki dan pengguna jalan lainnya. Kewaspadaan, ketaatan pada rambu lalu lintas, dan fokus saat mengemudi adalah kunci untuk mencegah kejadian serupa. Masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati dan mengutamakan keselamatan saat berada di jalan, mengingat potensi bahaya yang selalu ada.

Kasus wanita di Bandung jadi tersangka usai tabrak siswa SMA hingga tewas ini diharapkan dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Pihak berwenang akan terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap seluruh fakta di balik kecelakaan ini, dan memberikan sanksi sesuai dengan hukum yang berlaku. Semoga keluarga korban diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan berat ini, dan insiden serupa tidak terulang di masa mendatang.