Pria Penusuk Ojol Diringkus Polisi di Bandung

Aparat kepolisian dari Polrestabes Bandung berhasil meringkus seorang pria penusuk pengemudi ojek online (ojol) dalam waktu singkat setelah kejadian. Penangkapan pria penusuk ini dilakukan di sebuah tempat persembunyian di kawasan Bandung Kota pada Rabu malam, 14 Mei 2025. Insiden penusukan yang terjadi pada Rabu sore sekitar pukul 17.00 WIB di Jalan Cihampelas, Bandung, sempat membuat geger warga dan pengguna jalan.

Berdasarkan keterangan dari Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Budi Sartono, peristiwa pria penusuk ojol ini bermula dari perselisihan antara pelaku dan korban terkait tarif ongkos perjalanan. Pelaku yang diketahui berinisial AS (32 tahun) memesan layanan ojek online dengan tujuan ke kawasan Cihampelas. Namun, setibanya di lokasi tujuan, terjadi adu argumen mengenai tarif yang disepakati. Diduga emosi, pelaku kemudian mengeluarkan senjata tajam dan menusuk korban yang bernama Dani (28 tahun) beberapa kali.

Setelah melakukan penusukan, pria penusuk tersebut langsung melarikan diri. Korban yang mengalami luka serius segera dilarikan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung untuk mendapatkan perawatan intensif. Pihak kepolisian yang menerima laporan kejadian ini segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi mata di lokasi. Berbekal ciri-ciri pelaku yang didapatkan dari saksi dan rekaman CCTV di sekitar lokasi, tim Reserse Kriminal Polrestabes Bandung berhasil mengidentifikasi dan melacak keberadaan pelaku.

“Kami berhasil mengamankan pelaku penusukan pengemudi ojek online kurang dari 12 jam setelah kejadian. Pelaku kami tangkap di sebuah tempat persembunyian di wilayah Bandung Kota. Saat ini, pelaku sedang menjalani pemeriksaan intensif untuk mengetahui motif sebenarnya dari tindakannya,” ujar Kombes Pol Budi Sartono dalam konferensi pers pada Kamis pagi. Akibat perbuatannya, pria penusuk tersebut terancam hukuman pidana sesuai dengan pasal penganiayaan berat. Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat untuk selalu menyelesaikan segala permasalahan dengan kepala dingin dan menghindari tindakan kekerasan. Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga komunikasi yang baik dan menghindari perselisihan yang berujung pada tindakan kriminal.